INILAH PURWAKARTA !!! SEBELUM

Posted by asir On Kamis, 17 Desember 2015 0 komentar
READ MORE

Ceramah MEMBONGKAR KESESATAN CERAMAH GUS NURIL ARIFIN

Posted by asir On Senin, 20 April 2015 0 komentar
READ MORE

HTI SESAT?, simak kesaksian H. Sudarman

Posted by asir On Jumat, 20 Maret 2015 0 komentar
READ MORE

Mengenal karakteristik 'Ibadurrahman - Al-Ustadz Dr. Daud Rasyid, MA

Posted by asir On Senin, 20 Oktober 2014 0 komentar
READ MORE

Gerbang Kebangkitan Islam

Posted by asir On Selasa, 26 Agustus 2014 0 komentar
READ MORE

Syam Benteng Terakhir Umat Islam

Posted by asir On 0 komentar
READ MORE

Syam Benteng Terakhir Umat Islam

Posted by asir On 0 komentar
READ MORE

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya Ustadz Murhali

Posted by asir On Sabtu, 15 Desember 2012 1 komentar

Jakarta - FPI: Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya Ustadz Murhali Barda menyatakan keprihatinannya. Apa pasal?.. Ustadz Murhali gundah lantaran pilkada jadi ajang kampanye hitam menggunakan bahkan menyerang Islam. Hal itu terjadi menjelang pemilihan kepala daerah (pemilukada) Kota Bekasi, Jawa Barat. Dalam aksinya, para pendukung salah satu pasangan calon Walikota Bekasi itu menolak poligami. Diduga, musuh Islam dari kelompok liberal berada dibalik aksi tersebut.
Mereka membentangkan spanduk dan poster, para ibu-ibu menggelar aksi di depan pusat perbelanjaan Mega Bekasi Hypermall (Giant), depan pintu tol Bekasi Barat. Seolah mereka mengharamkan poligami, namun membolehkan perzinaan. "Kami kaum perempuan di Kota Bekasi menolak praktek Poligami, baik yang dilakukan oleh masyarakat umum, maupun para pejabat publik," kata salah satu koordinator aksi.
Kerisauan Ustadz Murhali ini terkait dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok orang yang menamakan dirinya Gerakan Wanita Antipoligami (Gewap). Bahkan akhlak dalam berunjuk rasa pun sudah diabaikan. menurutnya, pengunjuk rasa sudah sampai menggunakan pakaian dalam wanita dan BH sebagai masker dalam aksinya. ”Kenapa harus (menyerang) syariat? Katanya anti poligami, tapi itu malah anti syariat. Ini sudah tidak benar,” tegas Ustadz Murhali di Bekasi. Jumat (14/12/2012).
Ustadz Murhali mensinyalir,  di balik Gewap ada muatan politik untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon. Tapi, kata dia, jika ingin menarik simpati pemilih janganlah menjelek-jelekkan syariat Islam. ”Pernyataan saya ini tidak membela siapapun. Tapi jujur saya tidak terima dengan aksi Anti Poligami kemarin. Aksi itu sudah kurang ajar. Saya ingin tahu siapa aktor di belakangnya? Saya ingin datangi. Kalau ingin menjatuhkan lawan politik, jangan dengan cara seperti itu. Cari yang lebih kreatif. Katanya Soekarnois. Tapi kok mereka malah menolak poligami. Soekarno saja istrinya banyak. Tapi dia mampu memimpin istri-istrinya secara adil,” ungkap Murhali.
Ustadz Murhali menambahkan, bahwa aksi unjuk rasa itu baik untuk menyampaikan aspirasi rakyat, namun jangan coba-coba melecehkan Syariat Islam. Ia memperingatkan kepada semua pihak agar tidak mengusik perasaan umat Islam. “Aksi unjuk rasa itu bagus untuk menyampaikan aspirasai rakyat, namun jangan coba-coba melecehkan syariat Islam. Semua pihak agar hati-hati, jangan mengusik perasaan umat Islam”, pesannya kepada redaksi fpi.or.id, Sabtu (15/12/2012).
Sebelumnya, mantan Rektor Universitas Islam 45 (Unisma) yang kini aktif sebagai Kepala Pusat Kajian Otonomi & Pembangunan Daerah (Puskopda) Unisma Bekasi, Haris Budiyono, juga mengungkapkan hal serupa. ”Hampir di semua ajang Pilkada, aksi black campaign (kampanye hitam) muncul. Karena pada umumnya para kandidat maupun tim sukses mencoba mencari kelemahan lawan-lawannya. Terlebih kepada lawan yang dianggap punya kekuatan dan peluang lebih kuat,” ungkap Haris.
Namun masalahnya, kenapa harus menentang dan menyerang syariat Islam? Apa hubungannya dengan poligami yang merupakan syariat yang terdapat dalam Al-Qur’an?... Apa pula kaitannya dengan kasus Bupati Aceng di Garut? Tak ada hubungannya, karena kasus Aceng bukan masalah poligami, melainkan persoalan cara dan etika dalam menikah.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kajian Politik & Syariat Islam (LKPSI) Fauzan Al-Anshari mengecam demo puluhan ibu-ibu di bekasi (Gewap)  yang menggunakan celana dalam dan BH. Menurutnya, demo menentang hukum Allah: menolak syariat poligami yang dihalalkan Allah! Kenapa, ujarnya, mereka tidak demo terhadap pejabat atau artis yang berzina? Kenapa kaum wanita yang berunjuk rasa itu diam terhadap pelacuran?
“Kasus Aceng memperlihatkan betapa bencinya sebagian kaum wanita yang mengaku Islam terhadap syariat Islam poligami, padahal kasus Aceng bukan kasus poligami, tapi lebih ke soal etika sehingga tidak separah pejabat/anggota DPR yang berzina dan tidak dihukum, karena KUHP tidak mengatur hukum orang yang berzina,” papar Fauzan kepada salam-online.
Seperti diketahui, kata Fauzan, di republik ini berzina, asal suka sama suka, tidak ada delik aduan, maka bebas! UU Perkawinan mensyaratkan izin istri pertama untuk bisa kawin lagi di samping alasan mandul dan cacat tetap. Ini undang-undang zalim dan kafir, sehingga memaksa suami yang sanggup adil dalam poligami disalahkan karena menikah tanpa izin istri. Ini demo-demo kaum perempuan yang menentang syariat poligami yang dihalalkan Allah, mendompleng kasus Bupati Garut. Padahal, menurut Fauzan, kasus Bupati Aceng terkait dengan masalah cara dan etika, bukan poligaminya.
Jadi demo-demo yang menentang syariat poligami itu mendompleng kasus Aceng, kata Fauzan. “Demo-demo yang mendompleng kasus Aceng itu yang padahal menentang syariat adalah bentuk kekafiran walaupun dia berjilbab. Jadi mereka harus taubat,” tegasnya.
Sungguh, tutur Fauzan, demo mereka akan mendatangkan azab Allah. Poligami dihalalkan Allah SWT. Siapa yang mengharamkannya maka dia kafir (kepada Ayat-ayat Allah). “…….., Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”. (An-Nisaa’: 3)
Ia menambahkan, menikah adalah sunnah Nabi Shallalallhu ‘Alaihi Wasallam, maka siapa yang benci dengan sunnahnya maka dia kafir. Siapa yang ragu terhadap kekafiran mereka yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka dia kafir juga. “Adapun pelanggaran harus tetap dihukum sesuai syariat, bukan dengan undang-undang produk hawa nafsu. Siapa yang berhukum dengan selain Allah maka dia kafir, fasik dan zalim (Al-Maaidah: 44 ,45, 47),“ terang Fauzan. [slm/fpi]

READ MORE

Ibunda Habib Muhammad Rizieq Syihab Meninggal Dunia

Posted by asir On Rabu, 05 Desember 2012 0 komentar

                             Inna Lillahi Wa Innaa Ilaihi Rooji'uun
Telah wafat Ibunda Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab, Syarifah Saidah binti Alwi Al-Attas. Almarhumah Meninggal dunia pada hari Senin, 3 Desember 2012, sekitar pukul 14.30 WIB.
Jenazah akan dishalatkan hari ini (Selasa 4 Desember 2012), pukul: 9.00 WIB di Markaz Syariah Petamburan III, Jakarta Pusat. Kemudian jenazah akan dimakamkan di Cibungur, Bogor, Jawa Barat.
Semoga Allah Ta’ala memberikan Maghfirah dan RahmatNya serta diterima semua amal baik Ibunda tercinta Syarifah Saidah binti Alwi Al-Attas.
AllahummaGhfir laha Warahamha Wa Afiha Wa’fu Anha Wa J'alil Jannata Ma'waha. Allahumma Laa Tahrimna Ajroha Walaa Taftinna Ba’daha WaGhfir Lana Wa Laha.. Amiin.. Amiin Ya Robbal Alamiin. [slm/fpi]
READ MORE

Doa untuk syuhada' kaum muslimin

Posted by asir On Selasa, 04 Desember 2012 0 komentar
Ribuan kaum muslimin gugur setiap harinya di Irak, Iran, Afghanistan, Pakistan, Suriah, Chechnya, Dagestan, Tatarstan, Yaman, Somalia, Nigeria, Palestina, Rohingya dan wilayah konflik lainnya.
Umat Islam di seluruh dunia wajib menyebar luaskan informasi tentang nasib mereka, menggelar aksi-aksi solidaritas untuk mereka, dan mengirimkan bantuan dana, bahan makanan dan obat-obatan kepada mereka. Selain itu, setiap muslim wajib mendoakan para syuhada' yang telah gugur oleh kebiadaban musuh-musuh Islam.
Banyak doa untuk umat Islam yang telah meninggal. Salah satu contohnya adalah doa yang biasa dibaca oleh Nabi shallallahu alaihi wa salam saat menshalatkan jenazah sahabatnya. Meskipun doa tersebut dibaca dalam shalat jenazah, namun makna dan kandungan doa tersebut juga sesuai untuk kondisi di luar shalat jenazah.
Dari Auf bin Malik radhiyallahu 'anhu ia berkata: "Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menshalatkan sebuah jenazah, maka saya hafal doa beliau, beliau berdoa:
«اللهُمَّ، اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ عَذَابِ النَّارِ -»
"Ya Allah, ampunilah dia, kasih sayangilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, dan lapangkanlah kuburannya. Mandikanlah ia dengan air, es dan embun. Bersihkanlah ia dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah untuknya yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia) dan pasangan hidup yang lebih baik dari pasangan hidupnya (di dunia). Masukkanlah ia ke dalam surga, selamatkanlah ia dari azab kubur dan azab neraka." (HR. Muslim no. 963, Ahmad no. 23975, An-Nasai no. 1983, Ibnu Abi Syaibah no. 11353, Ibnu Hibban no. 3075, dan Al-Baihaqi no. 6965)
Jika syuhada' kaum muslimin yang didoakan banyak, maka kata ganti "dia" (laal: lahu,hu, 'anhu dan seterusnya) diganti dengan kata ganti "mereka" (lafalnya menjadi: lahum, hum, 'anhum dan seterusnya). Wallahu a'lam bi-shawab.
(muhib almajdi/arrahmah.com)
READ MORE