Jakarta – FPI: Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi
mengkritik keras aktivis HAM di Indonesia. Pasalnya dalam peristiwa agresi
Israel ke Gaza lebih dari sepekan lalu, tak ada sepatah kata atau pernyataan
pun dari para penggiat HAM yang mengecam Israel. Apalagi sampai mengatakan
Israel sebagai pelanggar HAM berat.
Ia mengatakan, para aktivis HAM di Indonesia hampir
tidak mungkin diharapkan untuk mengatakan Israel dan pendukungnya melanggar HAM
berat secara internasional. "Mereka, para penggiat HAM Indonesia, pada
umumnya lebih suka meneliti bangsanya sendiri dengan tuduhan melanggar HAM
berat”.
Mana mungkin Penggiat HAM Indonesia mengutuk aksi
kebrutalan Israel? Mereka tentu berpikir ribuan kali untuk mengeluarkan
kritikan apalagi kecaman kepada “juragan” penyandang dana yang nantinya malah
menggoyang kelangsungan pekerjaan mereka. Aktivis HAM biasanya lebih
lancar berbicara tentang konflik Sampang, Poso, Cikesik, Ciketing, Cirebon,
Solo, Ambon, Papua, Lampung, Aceh, dan yang terakhir membela PKI sebagai
korban.
Kiai Hasyim menuturkan, mereka tu mengangkat persoalan
bukan untuk mencari penyelesaian dalam nuansa ke-Indonesiaan, tapi hanya
mencatat serangkaian insiden untuk kemudian dilaporkan ke luar negeri, agar
asing bisa menghukum Indonesia. "Pekerjaan bisnis HAM semacam ini tentu
tidak berguna untuk Indonesia dan juga tidak terpuji. Apalagi kalau berdasarkan
program paket bantuan asing, tentu pekerjaan memalukan," tandasnya.
Oleh karena itu, para aktivis HAM ini hampir tidak
mungkin diharapkan untuk memperjuangkan HAM di kancah internasional. “Hampir
tidak mungkin diharapkan untuk mengatakan Israel atau pendukungnya melanggar
HAM berat secara internasional," kata Kiai Hasyim Muzadi, Jumat
(23/11/2012).
Selain itu
Kiai Hasyim juga menanggapi agresi yang dilakukan oleh Zionis Israel di gaza.
Menurutnya Israel tidak akan mempan dikutuk karena mereka sesungguhnya hanya
tahu kepentingannya sendiri. Yang terpenting adalah persatuan fatah dan hamas.
“Yang diperlukan sebenarnya pertama kali adalah persatuan fatah dan hamas yang
selama ini terus diadu domba habis-habisan oleh Israel. Kemudian perlu
kesadaran negara arab yang melingkunginya dalam membantu patestina dg sungguh
dan jujur. Karena sampai hari ini setiap negara arab/ islam diserang agresor,
selalu saja berpangkalan di salah satu negara islam sendiri”, lanjutnya.
Menurutnya,
liga arab tampak lebih membantu kepentingan barat daripada bangsa rasnya
sendiri. PBB pun selalu tumpul ketika israel melanggam ham internasional,
Sangat berbeda kalau yang "dituduh" melanggar ham itu adalah negara
islam yang tidak disuka oleh Zionis, langsung dihukum dan diserbu . Dan "penyerbuan"
itupun atas nama hak asasi manusia.
Karena itu, kata KH Hasyim Muzadi, kaum Muslimin di
Indonesia sudah saatnya merapatkan barisan. Tidak boleh ada lagi lembaga Islam
atau "yang keislam-islaman" terpengaruh terhadap program intervensi
pemikiran ini hanya karena ingin disebut intelek atau berwawasan global.
"Waspadalah kaum Muslimin dan Bangsa Indonesia terhadap HAM yang westernis
dan neokomunis," pungkasnya. [slm/fpi]
Jakarta – FPI: Ribuan umat Islam menggelar demo mengutuk
serangan brutal TERORIS ZIONIS ke wilayah Gaza. Massa mendatangi Kedubes AS
dengan melakukan long march dari Bundaran HI, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Umat Islam tidak rela Zionis Israel menginjakkan
kakinya di bumi Palestina. Palestina adalah tanah Islam. Sejengkal pun tidak
boleh beralih menjadi milik kaum lain, apalagi zionis Israel, laknatullah
alaihim!!..
Aksi ini terdiri dari Front Pembela Islam (FPI), Forum
Umat Islam (FUI), Laskar Pembela Islam (LPI), GARIS GEMPA, Syarikat Islam,
SIRI, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komunitas Pendengar DAKTA dan ormas Islam
lainnya.
Sejumlah tokoh umat Islam memberikan orasi dan tausiah
di hadapan sekitar 5000 demonstran. Termasuk yang berorasi di antaranya Ketua
Umum FPI Habib Rizieq Syihab. Saat melintas di depan Gedung Balai Kota–kantor
Gubernur DKI Jakarta–long march massa terhenti, karena pasukan Brimob sudah
memblokade sehingga massa tak bisa melintas menuju Kedubes AS.
Pengarah acara, Munarman, melalui pengeras suara
meminta kepada polisi yang jumlahnya sekitar 300-an itu untuk membuka blokade.
“Kami akan berorasi menyatakan sikap ke Kedubes AS. Tapi kalau berorasinya di
sini, yang mendengar cuma pak polisi, padahal kami ingin Kedubes AS
mendengarkan tuntutan kami,” kata Munarman.
Munarman mengatakan, "Jangan berbuat aneh-aneh.
Hari ini kita akan mendengar ceramah kyai-kyai. Karena itu kita minta
bapak-bapak polisi membukakan jalan supaya bisa berorasi di Kedubes AS. Supaya
Kedubes AS bisa mendengar."
Habib Rizieq yang memimpin aksi ini menambahkan,
"Kita datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi kepada Kedutaan AS.
Karena itu, janji jangan melakukan hal-hal yang tidak diperintahkan pimpinan.
Hati-hati provokasi"… "Kita sampaikan kepada bapak polisi untk
membuka jalan. Saya, Rizieq Syihab, siap bertanggung jawab apapun untuk unjuk
rasa kali ini. Polisi bukan musuh kita," kata Habib Rizieq.
Para demonstran akhirnya diizinkan berunjuk rasa di
depan Kedubes Amerika Serikat, di Jalan Merdeka Selatan. Itu terjadi setelah
Ketua Umum FPI Habib Rizieq bernegoisasi dengan Kapolres Jakarta-Pusat. Massa
sebelumnya ditahan selama 30 menit di depan Balai Kota.
Setelah mendekati kedubes Amerika, satu persatu para
pimpinan demo di atas mobil bak terbuka menyampaikan orasinya. Antara lain
Ustadz Abu Jibriel (Wakil Amir MMI), Munarman, SH (pengacara dan Ketua DPP
FPI), Alfian Tanjung (Ketua Taruna Muslim), Ustadz Bernard Abdul Jabbar, Ustadz
Muhammad Al Khaththath, Sekjen Forum Umt Islam (FUI), Habib Rizieq (Ketua Umum
FPI) dan lainnya.
Massa dengan tertib mendengarkan orasi dari para
pimpinan ormas Islam. Dengan posisi duduk bersama polisi yang juga ikut
mendengarkan orasi para pimpinan ormas Islam, ratusan aparat itu mengawal acara
ini tanpa bersitegang dengan pimpinan aksi dan massa.
Dalam kesempatan ini, Front Pembela Islam juga membuka
pendaftaran jihad ke Palestina. "Kami menawarkan formulir pendaftaran
jihad kepada anggota FPI dan juga anggota polisi. Begitu juga kepada
bapak-bapak polisi yang ingin mendapatkan pahala. Berikan sedekah, walau hanya
Rp 1000. Saya doakan semoga mendapat rezeki berlimpah, Insya Allah," ujar
Ustadz Alfian Tanjung dalam orasinya.
Selain itu, Ustadz Bernard juga mempersilakan para
polisi untuk mengisi formulir ini. “Ya kepada bapak-bapak Polisi dipersilakan
jika berminat mengisi formulir pendaftaran untuk menjadi sukarelawan dan
Mujahidin membebaskan Al-Aqsha dan Palestina dari penjajah Israel”… “Silakan
diisi formulir ini. Bagi yang serius untuk mendaftar, dapat mengembalikan
formulir ini ke markas FPI di Petamburan atau ke Forum Umat Islam di Jl
Kalibata Tengah,” ujar Ustadz Bernard Abdul Jabbar. seru Ustadz Bernard
Sampai pukul 17.00, demonstrasi masih berlangsung
tertib. Mereka berunjuk rasa untuk menentang serangan militer Israel kepada
Gaza dalam beberapa hari terakhir. Juga mengecam AS yang dianggap berpihak ke
negara Zionis tersebut. Setelah menggelar aksi unjuk rasa, massa FPI
akhirnya bubar sekitar pukul 17.21 WIB. Aksi ini berjalan dengan tertib dan
tidak ada insiden.
Sebelum bubar, Panglima FPI Munarman sempat menyindir
para awak media yang meliput aksi tersebut. Munarman menyatakan, “Ada yang hari
ini kecele, yaitu wartawan.” Kecele? “Ya, kecele, karena mengira demo hari ini
akan rusuh, ternyata tidak!” serunya dengan nada bercanda dari atas mobil
komando di depan gedung Kedubes Amerika Serikat.
Menurutnya, selama ini media massa mengharapkan FPI
untuk bertindak brutal dan anarkis. Ia menuduh, para petinggi-petinggi media
selama ini ingin memfitnah FPI dengan berita-berita negatif. "Mereka yang
di sini (reporter) menulis apa adanya sesuai fakta tapi nanti oleh bos mereka
di kantor diputarbalikkan untuk memfitnah kita, karena itu mereka sekarang
pasti kecele," pungkasnya.
Setelah itu umat Islam membaca doa bersama-sama yang
dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab. Setelah membubarkan diri dengan
tertib dan berjalan ke arah Jalan MH Thamrin. Saat meninggalkan Jalan Medan
Merdeka Selatan, Habib Rizieq mengucapkan terima kasih kepada polisi yang telah
menjaga keamanan. Habib pun meminta aparat untuk melepaskan anggotanya yang
ditahan oleh aparat. "Kepada kepolisian kami mohon bila ada anak-anak kami
yang bermasalah agar diselesaikan baik-baik, agar hubungan polisi dengan umat
Islam tidak saling curiga," kata Habib Rizieq.
Pernyataan Sikap Forum Umat Islam (FUI)
Pernyataan sikap Aksi Solidaritas Muslim Untuk
Palestina, saat aksi damai Umat islam dibacakan oleh Ustadz Muhammad
Al-Khaththath Sekjen Forum Umt Islam (FUI), antara lain dinyatakan, agar
negara-negara Islam bergabung mendirikan PBB Islam, karena PBB saat ini tak sesuai
dengan Islam dan Dunia Islam. Sbb:
PERNYATAAN PERS FUI
Aksi Solidaritas Muslim Untuk Palestina
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sehubungan dengan perang yang terjadi antara
faksi-faksi Mujahidin Gaza Palestina dengan tentara Agresor Zionis Israel yang
terjadi baru-baru ini dan situasi ketegangan yang masih menyelimuti sekalipun
sudah ada pernyataan gencatan senjata, juga terkait dengan berbagai kezaliman
dan perampasan hak-hak umat Islam Palestina yang tanahnya dirampas oleh Zionis
Israel dengan pertolongan imperialis Inggris dan Amerika sejak lebih dari 90
tahun yang lalu hingga hari ini, maka Forum Umat Islam (FUI) yang menghimpun
kaum Muslimin, anggota ormas Islam, jamaah Majelis Taklim, DKM, Lembaga-lembaga
Islam, para santri dan kaum muslimin umumnya yang mengikuti AKSI SOLIDARITAS
MUSLIM UNTUK PALESTINA pada hari ini, Jumat, 23 November 2012 di Bundaran Hotel
Indonesia (HI), depan Kantor PBB, dan Kedubes AS, menyatakan:
- Keberadaan dari apa yang menyebut dirinya sebagai negara Zionis Israel yang dibangun di atas tanah kaum muslimin Palestina yang mereka rampas dengan pertolongan imperialis Inggris adalah tidak sah, sebagai negara agresor perampas (daulah ghashibah), yang wajib mengembalikan seluruh tanah yang mereka rampas. Oleh karena itu, FUI menyerukan kepada seluruh dunia Islam tetap konsisten dengan sikap awal yaitu menolak keberadaan negara agresor zionis Israel dan menuntut bubarnya pemerintahan Israel dan menyerahkannya kepada kaum muslimin untuk memerintah seluruh wilayah Palestina.
- Berbagai tindakan penembakan dan pengeboman yang dilakukan tentara negara perampas Zionis Israel terhadap kaum muslimin di Palestina, baik kepada para pemimpin mereka di Gaza seperti Al Ja’bary, Abdul Aziz Rantisi, Syekh Ahmad Yasin, maupun kepada para penduduk sipil, wanita, dan anak-anak bahkan bayi-bayi adalah tindakan teror dan kezaliman yang harus dihukum. Oleh karena itu, FUI mengutuk seluruh kejahatan HAM yang dilakukan oleh para petinggi Israel dan menyerukan digelarnya pengadilan kejahatan pelanggaran HAM berat terhadap Netanyahu dan para pejabat dan mantan pejabat tinggi negara perampas Zionis Israel yang masih hidup dengan sanksi hukuman mati sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan terhadap kaum muslimin Palestina. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, Kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan”. (QS. Huud 113).
- Menyerukan kepada seluruh faksi pasukan mujahidin Palestina untuk bersatu padu dalam jihad memerangi Israel untuk membebaskan seluruh wilayah Palestina dari cengkeraman pemerintahan Zionis Israel hingga pemerintahan jatuh dan seluruh bumi Palestina kembali ke pangkuan kaum Muslimin.
- Menuntut kepada Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakui keberadaan negara Paletina Merdeka dan mendukung perjuangan Palestina mengambil kembali hak-hak mereka atas seluruh jengkal tanah mereka yang dirampas Israel.
- Menyerukan kepada kaum muslimin khususnya para pejabat pemegang otoritas terhadap tentara reguler yang terlatih di seluruh negara di dunia Islam untuk mengirim pasukan jihad baik dari kalangan tentara reguler maupun sukarelawan untuk membantu kaum muslimin Palestina mengembalikan hak-hak mereka atas seluruh wilayah bumi Palestina. Allah SWT berfirman: “..(akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan...” (QS. Al Anfal 72).
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada bangsa
Indonesia yang mayoritas Muslim ini untuk tetap konsisten memberikan dukungan
yang nyata bagi kemerdekaan penuh bangsa Muslim Palestina yang berdaulat atas
seluruh jengkal tanah wilayah mereka yang selama ini dirampas oleh Agresor
Israel.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jakarta, 9 Muharram 1434H/23 November 2012 M
Forum Umat Islam
Oleh: Muhbib
Abdul Wahab
Rasulullah SAW mengumpamakan Muslim itu seperti lebah. "Mukmin itu bagaikan lebah. Jika hinggap pada tanaman berbunga, ia memakan sarinya yang baik, tidak mematahkan maupun merusak yang dihinggapinya." (HR Ahmad, Abu Syaibah, dan Thabrani).
Hadis di atas memberi isyarat kuat bahwa setiap Mukmin harus belajar dari manajemen lebah. Setiap Mukmin harus selalu mencari dan mengonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban) sekaligus tidak membuat kerusakan lingkungan.
Makanan yang halal dan bergizi adalah sumber energi kehidupan yang penuh keberkahan, mendatangkan manfaat, dan memacu produktivitas. Tidak merusak lingkungan berarti bersikap harmoni pada alam, dan selalu berusaha memakmurkan dan menyejahterakan umat manusia di muka bumi. Merusak lingkungan berarti berakibat buruk bagi dirinya dan orang yang ada disekitarnya.
Menurut mufassir Tantowi Jauhari, manajemen lebah itu sungguh unik dan perlu diteladani. Lebah itu tidak ada yang hidup egois dan individualis. Sarangnya senantiasa bersih dan terlindung. Hidupnya selalu bersatu, bekerjasama secara kompak dan saling melengkapi.
Meskipun dipimpin seekor "lebah ratu", komunitas (koloni) lebah selalu berbagi tugas secara rapi. Ada yang membuat sarang, mencari sari madu, mengumpulkan bahan makanan, pembuat madu, prajurit, peneliti (terutama untuk mencari tempat baru), dan sebagainya. Semua bekerja secara "profesional". Hasil kerjanya dipergunakan untuk kemanfaatan semua pihak lain, terutama manusia.
Manajemen lebah sungguh efektif dan produktif. Satu koloni lebah yang berisi puluhan ribu lebah, mampu menghasilkan dua sampai tiga liter madu dalam satu musim. Bukan hanya madu, lebah juga mampu memberi manfaat lainnya. Sengatan lebah bermanfaat untuk terapi akupuntur.
Dengan demikian, nilai-nilai manajemen lebah yang patut diaktualisasikan dalam kehidupan Mukmin adalah kebersihan (lingkungan maupun makanan yang dikonsumsi), visi dan misi yang terorganisasi secara rapi (menghasilkan produk yang bermanfaat).
Selain itu, lebah juga sangat menjaga kesatuan dan kerja sama, mengikuti jalan Tuhan (ketaatan), mobilitas dan produktivitas tinggi, hidup harmoni dengan alam (tidak merusak, tapi justru membantu penyerbukan bunga pada suatu tanaman), dan selalu berprinsip memberi kemanfaatan (obat dan minuman sehat) bagi orang lain. Perhatikan (QS an-Nahl [16]: 68-69).
Nabi SAW menegaskan ayat di atas dengan menambahkan; “Jika engkau bergaul dengannya, ia memberimu manfaat; jika engkau ajak bermusyawarah, ia pun memberi manfaat; jika engkau ajak berdiskusi, ia mau memberi manfaat. Segala aktivitas (hidupnya) memberi manfaat. Demikianlah, lebah dengan segala aktivitas dan produknya selalu bermanfaat." (HR al-Baihaqi).
Meneladani manajemen lebah itu, mengharuskan setiap Mukmin untuk bersikap, berpikir, berbuat, dan berkarya demi kemanfaatan dan kemaslahatan bagi orang lain. Karena, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain. (HR at-Thabrani).
Jika setiap Mukmin selalu belajar manajemen lebah, niscaya umat dan bangsa ini akan sejahtera, dan terhindar dari perbuatan buruk seperti korupsi. Wallahu a’lam.
Rasulullah SAW mengumpamakan Muslim itu seperti lebah. "Mukmin itu bagaikan lebah. Jika hinggap pada tanaman berbunga, ia memakan sarinya yang baik, tidak mematahkan maupun merusak yang dihinggapinya." (HR Ahmad, Abu Syaibah, dan Thabrani).
Hadis di atas memberi isyarat kuat bahwa setiap Mukmin harus belajar dari manajemen lebah. Setiap Mukmin harus selalu mencari dan mengonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban) sekaligus tidak membuat kerusakan lingkungan.
Makanan yang halal dan bergizi adalah sumber energi kehidupan yang penuh keberkahan, mendatangkan manfaat, dan memacu produktivitas. Tidak merusak lingkungan berarti bersikap harmoni pada alam, dan selalu berusaha memakmurkan dan menyejahterakan umat manusia di muka bumi. Merusak lingkungan berarti berakibat buruk bagi dirinya dan orang yang ada disekitarnya.
Menurut mufassir Tantowi Jauhari, manajemen lebah itu sungguh unik dan perlu diteladani. Lebah itu tidak ada yang hidup egois dan individualis. Sarangnya senantiasa bersih dan terlindung. Hidupnya selalu bersatu, bekerjasama secara kompak dan saling melengkapi.
Meskipun dipimpin seekor "lebah ratu", komunitas (koloni) lebah selalu berbagi tugas secara rapi. Ada yang membuat sarang, mencari sari madu, mengumpulkan bahan makanan, pembuat madu, prajurit, peneliti (terutama untuk mencari tempat baru), dan sebagainya. Semua bekerja secara "profesional". Hasil kerjanya dipergunakan untuk kemanfaatan semua pihak lain, terutama manusia.
Manajemen lebah sungguh efektif dan produktif. Satu koloni lebah yang berisi puluhan ribu lebah, mampu menghasilkan dua sampai tiga liter madu dalam satu musim. Bukan hanya madu, lebah juga mampu memberi manfaat lainnya. Sengatan lebah bermanfaat untuk terapi akupuntur.
Dengan demikian, nilai-nilai manajemen lebah yang patut diaktualisasikan dalam kehidupan Mukmin adalah kebersihan (lingkungan maupun makanan yang dikonsumsi), visi dan misi yang terorganisasi secara rapi (menghasilkan produk yang bermanfaat).
Selain itu, lebah juga sangat menjaga kesatuan dan kerja sama, mengikuti jalan Tuhan (ketaatan), mobilitas dan produktivitas tinggi, hidup harmoni dengan alam (tidak merusak, tapi justru membantu penyerbukan bunga pada suatu tanaman), dan selalu berprinsip memberi kemanfaatan (obat dan minuman sehat) bagi orang lain. Perhatikan (QS an-Nahl [16]: 68-69).
Nabi SAW menegaskan ayat di atas dengan menambahkan; “Jika engkau bergaul dengannya, ia memberimu manfaat; jika engkau ajak bermusyawarah, ia pun memberi manfaat; jika engkau ajak berdiskusi, ia mau memberi manfaat. Segala aktivitas (hidupnya) memberi manfaat. Demikianlah, lebah dengan segala aktivitas dan produknya selalu bermanfaat." (HR al-Baihaqi).
Meneladani manajemen lebah itu, mengharuskan setiap Mukmin untuk bersikap, berpikir, berbuat, dan berkarya demi kemanfaatan dan kemaslahatan bagi orang lain. Karena, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain. (HR at-Thabrani).
Jika setiap Mukmin selalu belajar manajemen lebah, niscaya umat dan bangsa ini akan sejahtera, dan terhindar dari perbuatan buruk seperti korupsi. Wallahu a’lam.
Redaktur: Chairul Akhmad
sumber http://www.republika.co.id
Kupas Tuntas Fakta Tentang
Gaza
Gaza, suatu nama yang menimbulkan banyak simpati publik
saat ini. Bagaimana tidak? Gaza menjadi sasaran empuk Israel untuk menguasai
Palestina. Banyak roket-roket dan hujan senjata lainnya yang ditujukan ke
daerah ini. Perlawanan diri menjadi alasan bangsa Yahudi ini, tetapi bagaimana
mungkin disebut perlawanan diri jika Gaza sendiri tidak pernah memulai
peperangan yang sengit ini? Dukungan dari sesama negara muslim maupun non
muslim pun mulai berdatangan, rasa menolong sesama manusia di dunia menjadi
alasannya. Mungkin anda sudah sering dengar slogan akhir-akhir ini yang
terkenal yaitu “Save Gaza, Save Humanity” dengan dilatari burung
merpati yang menggigit bendera Palestina. Karena serangan Israel memang sudah
tidak berperikemanusiaan lagi dan harus dihentikan. Apakah anda tahu mengapa
Israel sangat gencar menyerang Gaza? Berikut adalah fakta tentang Gaza
yang menarik untuk anda ketahui.
Fakta tentang Gaza
Inilah fakta tentang Gaza yang pertama. Fokus
penyerangan adalah jalur Gaza. Jalur Gaza adalah bagian sempit
tanah yang membentang sepanjang Laut Mediterania, dibatasi oleh Israel di
sebelah timur dan utara, dan Mesir pada barat daya. Ini ukuran sekitar 25 mil,
atau 41 kilometer, panjang, sementara lebar adalah antara 4 sampai 7,5 mil,
atau 6 sampai 12 kilometer. Daerah ini mendapatkan namanya dari kota utamanya,
Gaza. Perbatasannya yang unik ini tentu saja jalur ini menjadi jalur strategis
untuk sektor apapun. Jalan-jalan di banyak jalur Gaza dikendalikan oleh
kelompok militan. Sebuah pagar besi dibangun oleh Israel memisahkan jalur ini
dengan Israel, yang dijaga oleh pasukan Israel. Untuk mencegah penyelundupan
dan kontrol lalu lintas, Israel tertarik untuk menjaga kontrol Rute
Philadelphi, yang merupakan daerah yang perbatasan Gaza dan Mesir, setelah
penarikan pada tahun 2005. Namun, tekanan internasional mengakibatkan Israel
meninggalkan jalur tersebut dan menyerahkan ke Mesir tanggung jawab pengelolaan
perbatasan. Perbatasan Rafah yang melintasi ke Mesir dikelola oleh pasukan
Palestina di bawah pengawasan pejabat Uni Eropa. Menurut kesepakatan yang
ditengahi AS, Israel diperbolehkan untuk menggunakan video surveillance di
daerah tersebut, tetapi tidak memiliki hak untuk mencegah orang dari
persimpangan.
Fakta tentang Gaza yang berikutnya mungkin akan sedikit mengejutkan
anda. Penduduk Gaza yang mencapai 1,7 juta jiwa itu ternyata sangat siap
menghadapi peperangan dengan Israel, karena mati syahid bagi mereka adalah cara
tersingkat dan terbaik untuk mendapatkan syurga-Nya. Oleh karena itu setiap
malam mereka terjaga waspada akan roket yang dijatuhkan Israel, terus beribadah
dan mengharapkan ibadah itu menjadi penutup hidupnya. Mereka tidak bersembunyi
atau lari ketakutan, mereka sangat siap mati syahid seperti Ahmad Ja’bary
komandan Al-Qossam (Insya Allah). Dengan jiwa yang membara seperti itu akankah
mereka kalah terhadap zionis Israel. Justru warna Israel lah yang ketakutan
setiap malamnya terhadap serangan balasan dari warga HAMAS.
Fakta tentang Gaza yang berikutnya adalah anak-anak Gaza yang ada
disana. Mereka bukanlah anak-anak biasa. Tidak mengenal video games maupun
mainan pada umumnya. Setiap hari mereka disibukkan dengan menghafal Al-Quran.
Mereka yakin akan pertolongan Allah, dan dengan sisi rohani yang terus
diperdalam mereka yakin bahwa hidup mereka akan lebih baik. Sudah banyak sekali
penghapal Al-Quran di daerah Gaza ini sungguh malu melihat bangsa sendiri,
dimana tidak dalam kondisi perang namun kesadaran akan menghafal Quran juga
tidak banyak.
Fakta tentang Gaza yang akan ditulis disini sebagai penutup adalah
anak-anak maupun orang tua disana sudah tidak asing, jika mereka pergi ke
sekolah atau kantornya teman sekolah atau teman kantornya sudah dinyatakan mati
syahid. Kejadian seperti itu sungguh jarang terjadi di negara manapun.
Semoga Allah selalu berkenan melindungi Gaza. Aamiin.



